Artikel Pilihan Tips Usaha

Usaha Sambal Botolan

sambal botolan
Written by Kang Amin

Dulu, tahun 2010 an, saya terilhami ‘namprik’ atau sambal kemasan yang populer di Thailand, juga sukses Sambel Bu Rudy dari Surabaya, rasanya tak berlebihan kalau komoditas akhirnya bisa menjadi pilihan usaha mudah tetapi cukup unik sehingga pasarnya bisa dibuka luas. Itulah bisnis sambal botolan atau sambal dalam kemasan botol atau toples kecil.

sambel

Sambal kreasi pertama Ujungaspal.com, tahun 2010.

Usaha sambal kemasan memang relatif baru di Indonesia, namun melihat bahwa penyedap hidangan ini sangat populer (bahkan hampir semua keluarga membuat sambal dalam menu harian mereka!) pasar untuk sambal sangatlah besar. Keluarga modern yang sibuk sehingga tak ada waktu banyak untuk memasak namun tetap ingin menikmati sajian tradisional adalah calon konsumen utama sambal kita nantinya.

bu rudy

Jika bisa menemukan sumber cabai yang murah, tentu usaha ini bisa dilakukan dengan baik. Salah satu tips mendapatkan cabai murah adalah membeli langsung kepada petani atau berkongsi dengan petani cabai sehingga kita bisa mendapatkan cabai dengan harga murah. Daerah-daerah penghasil cabai diantaranya: Kulonprogo DI Jogjakarta, Garut, Cianjur, bandung, Sukabumi Jawa barat dll. Namun di pasar-pasar induk harga komoditi ini juga bisa didapat dengan harga yang masih ekonomis.

Nah, mengenai resep, mengapa harus khawatir? Setiap keluarga memiliki resep sambal khas. Kami di dapur ujungaspal.com, bereksperimen membuat sambal tabur atau sambal kering yang kami beri nama DASZAT atau Pedas dan Lezat. Resep sambel daszat bisa dilihat di sini.

Jika ingin berbisnis sambal botolan beberapa hal yang bisa dipelajari diantaranya adalah:

  1. Merencanakan produksi sambal botolan
  2. Memilih merek dan membuat kemasan
  3. Memasarkan produk sambal botolan

Kembali ke sambal kemasan, berikut adalah jenis-jenis sambal kemasan yang ada di pasar.

1. Sambal Basah

Sambal BuNdut adlah sambel debutan baru yang mulai disukai. (distribor sambal ini adalah juallauk.com)

Sambal BuNdut adalah sambel debutan baru yang mulai disukai. (distribor sambal ini adalah juallauk.com)

Sambal basah dibuat dengan mengolah bahan-bahan sambel seperti Cabai, Bawang merah, Bawang Putih dll melalui teknik goreng. Bentuk akhirnya berupa sambal dengan tekstur berminyak.

Kategorinya ini sebut saja sambal Bu Rudy (Surabaya), Sambel BuNdut (Semarang), sambal Kanwa (Surabaya), Sambal FIRA (Bekasi). Anda punya referensi sambal lain? Silakan tambahkan melalui komen di bawah artikel ini.

2. Sambal Tabur

ninoy abon cabai

Sambal tabur berbasis Cabai Kering yang dihaluskan. Contoh yang terkenal adalah Abon Cabe Ninoy atau Sambal Radja. Ujungaspal.co juga pernah bereksperimen dengan Srundeng Cabai DasZat.

Pabrikan besar ada juga yang memproduksi sambal jenis ini.

3. Sambal Padat

Sambal basah namun dengan tekstur lebih padat, sebut saja sambal pecel Dan kebanyakan sambal produksi Thailand.

4. Sambal Ikan

Sambal jenis ini menggunakan bahan ikan sebagai bahan utama selain cabai. Sambal ikan paling populer sebut saja Sambal ikan roa, ikan teri dan Tuna.

sambel_ roa_judes

Merek yang beredar seperti Roa Judes, Roa Opa Jacobs, Oseng Tuna Saidah, oseng Tuna Otaji dll.

Bagaimana cara merancang produksi sambal? Baca di sini.

Jadi silakan mencoba berbisnis sambal dan ber-se…ha .. kata orang sunda mennirukan suara orang kepedasan nikmat. Salam berusaha!***

8 Comments

  • Salam kenal,
    Perkenalkan saya Gerry dari PT. Innopack Jakarta, pabrik plastik dan produsen spesialis PET; Jar/Toples dan Botol, hendak bermaksud menjalin kerja sama di bidang food plastic packaging (kemasan plastik untuk makanan dan minuman), yang mana cocok dipakai untuk mengemas produk makanan/snack: Sambal, seperti yang Bapak/Ibu miliki. Sebagian produk-produk kami dapat dilihat di http://www.inno-pack.com, dan jika ada pertanyaan, hal-hal yang kurang jelas dan keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi kami di Telp.021-535 8688, Fax.021-535 0808, HP: 0812-9556 4135, WA: 0877-8413 9169, atau Email gerry.kurnia@inno-pack.com. Terima kasih.

  • Aslmkm kang, tulisan y bermanfaat sekali. Saya cukup tertarik untuk usaha smbal botolan seperti ini. Cuman saya masih bigung cara memproduksi y. Bagaimana cara agar sambal bisa awet dan g cepat basi. Apakah bisa diulas kang? Hatur nuhun

    • Waalaikum salaam. Insya Allah nanti jika bertemu dengan pakar pengawetan makanan akan saya mintakan saran dari ahli. Namun dari pengalaman kami, sambal sebenarnya bisa bertahan cukup lama asal kadar air didalam sambal tersebut minimal. Masaklah sambal dengan sempurna, sehingga bahan-bahannya matang dan air menguap hampir seluruhnya. Ingat, air bukan saja dari bekas cucian tetapi juga dari dalam bahan-bahan seperti bawang merah, cabai dsb. Daun jeruk konon juga bisa menambah ketahanan sambal. Sambal kering dengan kadar minyak yang sedikit juga membuat sambal bertahan lebih lama. Prinsipnya sambal tanpa pengawet justru disukai konsumen. Simpan stok dalam freezer, biasanya setelah botol dibuka sambal akan habis tak lebih dari sebulan. Selamat memulai usaha.

  • Halo mas, saya Nury mau mulai sambal dan belum paham cara marketing dan ketahanan sambal, karena sambal ini saya buat resep saya sndri menurut feel saya. Apakah ada saran untuk saya mas, terima kasih😊

    • Halo juga Mb. Nury, untuk marketing mulailah terlebih dahulu dari yang paling dekat. Teman dan tetangga, sekaligus tes rasa dan tes pasar. Jika sudah siap, kembangkan melalui bazar, sos-med atau market place. Sambal resep sendiri justru memiliki keunikan, dan itu adalah nilai jual sambal Anda. Selamat memulai.

Leave a Comment