Wisata dan Usaha Yang Lain

Nirwana Lokajaya: Heningnya Suasana Desa Prajurit Diponegoro di Magelang

Jika Anda suka suasana pedesaan khas lingkar Borobudur, Anda cocok ke sini. Nama tempatnya Nirwana Lokajaya. Sebuah destinasi di dusun Ngablak, desa Ngampeldento, kecamatan Salaman, kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sejarah

Namanya Nirwana Lokajaya. Lokasinya dipenuhi pepohonan pinus. Anda pasti bisa menebak, lahan ini milik Perhutani. Anda benar sekali.

Lokasi ini cocok untuk pribadi atau rombongan. Akhir-akhir ini destinasi yang memiliki area parkir cukup luas ini, sering dijadikan tempat berkumpulnya penggemar otomotif.

Nama Lokajaya (baca: lokojoyo) diambil dari nama prajurit Pangeran Diponegoro, Prajurit itu dimakamkan tidak jauh dari bumi perkemahan ini, sekitar dua kilometer dari sana.

Mereka yang ingin “ngalap berkah” ke Lokajaya datang ke sini. Tempat ini kini dikembangkan, karena dinilai memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Dana pengembangan pun dikumpulkan dari pemerintah dan bantuan swasta.

Sumber: Instagram Nirwana Lokajaya

Saat ini lokasi ini sudah dibuka untuk publik. Harga tiketnya sangat terjangkau, mulai dari 20 ribu perorang/sehari, parkir motor cuma 2 ribu perhari. Akan lebih murah lagi kalau datangnya rombongan. Kalau jumlah orangnya 250-350 total bayarnya hanya Rp 6 juta saja.

Kalau Anda berminat untuk camping tetapi malas untuk bongkar pasang tenda, pengelola juga menyediakan dengan tarif yang teramat murah.

Terus berbenah.

Lokajaya saat ini terus melengkapi fasilitasnya yang saat ini telah ada yakni mushola, dapur umum, MCK (mandi, cuci, kakus), tenda, dan kaki lima.dan dapur umum. Kolam renang dan sebuah tanah lapang- berada di atas pendapa sedang dibangun. “Lapangan itu dapat digunakan untuk kegiatan kemah, outbond atau upacara juga bisa.” jelas Azis Dwiyanto kepada penulis. Azis adalah ketua pemuda setempat.

Penanaman berbagai jenis pohon juga menjadi kegiatan massif di lokasi ini. “Kita dua kali kerjasama dengan BRI tanam pohon di lokasi,” Azis menambahkan. Buah alpukat dan kelengkeng pun ditanam.

“Ada juga yang menawari pohon beringin untuk konservasi mata air,” tuturnya.

Sementara anak-anak pramuka menanam pohon kelapa.

“Proyek ini meningkatkan perekonomian setempat,” kata Eko Asep Setiawan, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (kaur kesra) desa Ngampeldento kepada penulis. Dampak bagi perekonomian setempat meningkat. “Karena ada beberapa warga yang ikut berjualan di lokasi,” katanya.

Lansekap Desa Khas Lingkar Borobudur

Pemandangan di Lokajaya terasa senyap khas pedesaaan lingkar Borobudur, karena lokasinya yang hanya sekitar 8km dari candi terbesar di Indonesia itu. Hijau, hijau, dan hijau. dengan latar bukit Sikapat, pemandangan ini kian sempurna.

Seperti bumi perkemahan yang lain, aksesnya cukup menantang, paling tidak harus punya sepeda motor utnuk menjangkau Nirwana Lokajaya ini, Kalau tidak, ada alternatif lain, yakni naik angkutan umum dari ibukota kecamatan Salaman lalu naik ojek, Kalau jalan kaki pun bisa, dari tempat pemberhentian di pasar Ngampeldento.

Jaraknya sekitar 1,5 km dari pasar itu. Kalau biasa naik gunung, trek itu tidak berat, Hanya jalan dengan tanjakan tipis-tipis.

Sumber: Instagram Nirwana Lokajaya

Tantangan Pengembangan

Untuk mengembanggkan lokasi perkemahan dan wisata Lokajaya, pengurus menhghadapi kendala, utamanya adalah pembiayaan. Ada beberapa sumber dana, kata Azis. Anggaran desa, alokasi suplus kegiatan, proposal Anggaran Pemerintah Daerah (APBD), dan corporate social responsibily (tanggung jawab sosial perusahaan) dalam bentuk warung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Kami membidik dana dari yang bersumber dari APBN untuk sarana prasarana.” tapi sejauh ini, yang memungkinkan adalah dana dari aspirasi usaha tani.

Kendala yag ada bukanlah alasan untuk berhenti mengembangkan lokasi ini. Meskipun pemasaran dan publikasi masih terbatas, dengan bermodalkan Instagram dan Google Maps, aku Azis, tempat ini sudah dikenal orang.

Kalau Anda suka tempat menantang, tempat ini tepat bagi Anda.***

Tulisan ini dikirim oleh: Anggoro Gunawan – Magelang

Leave a Comment