Tips Usaha

Merencanakan Produksi Sambal Botolan

Written by Kang Amin
Sambal Botolan (ujungaspal.com) Merencanakan produksi sambal botolan cukup sederhana. Jika jenis produk sudah bisa ditentukan di awal, maka perencanaan produksi yang menyangkut pengadaan bahan baku, peralatan, kemasan dan strategi pemasaran dapat dibuat dengan lebih efektif.

Tentukan jenis sambal.

Sangat banyak jenis sambal yang bisa dibuat.  Memilih satu jenis sesuai dengan kapasitas yang kita miliki serta keunggulan komparatif atau keunikan yang bisa kita berikan adalah sangat penting. Contohnya, ada produsen yang membuat satu jenis sambal yakni sambal ikan Roa. Maka pembeda sambal ini dengan produsen lain sangat jelas, rasanya adalah Ikan Roa. Sambal Bu Rudy memiliki kekhasan sambal bawang yang segar (kelemahannya tidak bisa tahan terlalu lama) dan memiliki tingkat kepedasan yang luar biasa.

Bagaimana Merancang Kemasan Sambal Botolan? Baca penjelasannya di sini.

Setelah menentukan jenis sambal, biasanya akan muncul lagi pilihan variasi rasa. Misalnya ada sambal rasa bawang, rasa teri, rasa jambal dan lain-lain. Pilihan varian yang banyak seperti ini memang kadang muncul dari keinginan konsumen yang minta disediakan rasa kesukaannya. Melayani konsumen adalah hal yang baik, namun mempertimbangkan kapasitas produksi juga mutlak dilakukan. Prioritas perlu dibuat sehingga kita memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan pasar.

Menentukan Rantai Produksi

Ketika jenis sambal telah diputuskan, maka yang harus dipikirkan adalah memenuhi segala kebutuhan bahan-bahannya, sehingga produksi bisa berjalan dengan berkesinambungan.

Pasar Ikan Asin Tradisional di Bontang, Kalimantan Timur (Foto: ujungaspal.com)

Rantai produksi akan melibatkan banyak suplier sehingga diperlukan survey sumber bahan mentah dan harga serta pengirimannya. Bahan mentah sambal secara umum adalah:

  1. Cabai Keriting -> sumber: pasar induk atau petani langsung
  2. Bawang Merah -> sumber: pasar induk atau pasar besar
  3. Cabai Khusus -> sumber: pasar induk atau petani atau kebun sendiri
  4. Ikan asin atau ikan lain -> sumber: pasar induk

Disamping itu ada bahan-bahan lain berupa minyak, garam dan gula yang biasanya disparitas atau perbedaan harganya tidak terlalu signifikan di berbagai sumber. Kadangkala supermarket justru bisa memberi harga murah untuk minyak goreng.

Mengadakan Alat Produksi

Alat produksi sambal botolan yang harus diadakan mengikuti jenis sambal yang akan dibuat. Perbedaan alat akan sangat signifikan pada produksi sambal basah (berbasis goreng) dan sambal tabur (berbasis oven).

Contoh blender dengan kapasitas besar.

Alat-alat yang diperlukan adalah:

  1. Kompor Gas
  2. Wajan ukuran besar dengan spatula yang sesuai
  3. Oven jika akan membuat sambal tabur
  4. Blender yang kuat dengan kapasitas 2 liter ke atas.
  5. Vacuum Fryer
  6. Alat pengemas (Hal ini akan dibahas tersendiri)
  7. Wadah-wadah besar

Menghitung Biaya dan Harga Jual

Menghitung biaya produksi adalah bagian yang paling penting dari usaha kita. Namun sebagai wirausahawan pemula, mengkalkulasi biaya bisa jadi tidak akan akurat dan akan semakin baik seiring dengan pengalaman dan jaringan rekanan dan pemasok yang dimiliki.

Fluktuasi harga yang seringkali sangat tajam dan komponen produksi lain seperti kemasan dan ongkos kirim yang cukup signifikan membuat pekerjaan ini semakin rumit. Mengantisipasi hal-hal tersebut berikut adalah beberapa tips:

  1. Asumsikan harga terendah dan harga tertinggi dalam setahun, kemudian ambil rata-ratanya.
  2. Upayakan dapat membuat stok bahan mentah, karena membeli dalam jumlah banyak akan membuat harga yang ditawarkan semakin rendah.
  3. Membuat produksi bersama dengan petani juga bisa menjamin kita mendapatkan pasokan bahan mentah dengan harga terendah.
  4. Usahakan mendapat alternatif suplier sehingga tidak tergantung pada satu suplier.

Menyusun biaya produksi dan menentukan harga jual sambal botolan bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut.

  1. Total Biaya dihitung dari kapasitas per satu angkatan produksi, dibagi jumlah produksi  maka ketemu harga dasar.
  2. Bandingkan harga dasar yang ditemukan dengan kompetitor. Jika ketika ditambah dengan komponen lain dirasa sudah cukup bersaing, maka metode ini bisa digunakan.
  3. Jika belum dapat menghasilkan harga jual yang sesuai, lakukan modifikasi produk, pengurangan komponen lain (seperti label, kemasan dan tenaga kerja) atau perubahan volume produk tiap kemasan.
  4. Membuat proses produksi menjadi tahapan-tahapan pekerjaan juga dapat mengubah hasil akhir total biaya. Contoh: Tahapan pengeringan cabai menjadi bubuk cabai (untuk sambal tabur) atau pengolahan cabai menjadi bubur cabai (untuk sambal basah) dilakukan tersendiri dalam jumlah besar dan hasilnya diperlakukan sebagai stok bahan setengah jadi. Kemudian bahan setengah jadi ini di finalisasi dalam jumlah yang lebih sedikit sesuai kapasitas pasar atau dipecah dalam beberapa varian.

Demikianlah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam produksi sambal botolan.***

2 Comments

Leave a Comment