Wirausaha

Khaleed Apparel: Membangun Bisnis dengan Iman Ilmu dan Amal

Berapa lama diperlukan untuk membangun usaha? Jawabnya beragam. Khaleed Apparel menjalani empat tahun yang konsisten dan membuahkan hasil yang meyakinkan.

Meyakinkan?

Ya, saat ini produksinya sudah mencapai ribuan potong, dibantu dua orang tenaga admin dan beberapa rekanan untuk mengelola pemasaran dan materi promosi. Reseller-nya pun sudah berbilang puluhan dengan angka penjualan yang bagus-bagus.

Oya? Dan itu dicapai dalam waktu empat tahun saja?

Demikianlah. Khaleed Apparel saat ini sudah memiliki reseller-reseller aktif di beberapa kota penting di Indonesia. Sehingga penjualannya dapat berjalan dengan cukup stabil.

Apa yang dilakukan sehingga bisa mencapai pertumbuhan secepat itu?

“Awalnya kami membangun bisnis ini dari menjadi reseller sebuah brand pakaian muslim ternama di Indonesia. Kurang lebih satu tahun kami berhasil menjual ratusan potong. Kami sangat bersyukur kepada Allah karena itu telah menjadi salah satu jalan rezeki buat kami. Bahkan terbesit dalam hati bahwa kami akan terus menjadi reseller yang loyal untuk brand tersebut. Qodarullah ternyata ditahun kedua dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk membangun brand baju muslim sendiri,” ungkap pemiliknya, Januar Ashari, pria kelahiran Bandung yang kini menetap di Bekasi.

Itulah awal kelahiran usaha ini. Tepatnya September 2016. Khaleed Apparel pun diikhtiarkan sebagai brand pakaian muslim yang berkelas.

“Kami lebih memfokuskan untuk menjadi produsen pakaian muslim pria dengan mengutamakan kualitas dan kenyamanan mulai dari penggunaan bahan hingga jahitan.” jelas Januar.

Januar Ashari

Saat ini Khaleed Apparel memproduksi berbagai varian pakaian muslim pria seperti gamis setelan (lebih dikenal dengan sebutan gamis Pakistan), kurta, jubah dan baju koko. Gamis setelan (baju + celana) menjadi salah satu produk best seller brand ini.

“Produk ini banyak diminati karena desain yang modern dan harganya yang sangat terjangkau baik untuk dewasa maupun anak-anak.” tambah Januar.

Iman Ilmu Amal

Apa yang dilakukan Khaleed Appareal tak lepas dari dari tiga kata tersebut: iman, ilmu dan amal. Januar yang memiliki sifat pembelajar yang tekun, berupaya menyandarkan semua usahanya hanya kepada Allah semata.

Ilmu yang dipelajarinya seimbang antara ilmu agama dan ilmu-ilmu usaha. Berbagai pendidikan dan kursus dilahapnya kemudian dipraktikkan dalam upaya mengembangkan usahanya. Manajemen, pemasaran digital, akunting, bahkan fotografi, website, sosial media marketing dan video editing di pelajarinya dengan serius.

“Dalam berbagai kesempatan, belajar itu selain menambah ilmu ternyata meningkatkan silaturahim dan jaringan,” katanya menjelaskan.

Januar Ashari

Sedangkan pengetahuan yang dimilikinya itu kemudian diamalkan. Ayah dari tiga anak ini sangat bersemangat untuk berbagi ilmu. Itulah yang juga menjadi filosofi hidupnya, yakni bermanfaat untuk orang lain.

“Selain fokus produksi dan pemasaran, kami juga memiliki program sosial dalam memberantas buta huruf Al qur’an bagi muslim tuna netra di Indonesia. Alhamdulillah setiap bulan sebagian keuntungan penjualan diwakafkan untuk membeli Al qur’an Braille melalui LSM Ummi Maktum Voice yang disalurkan untuk muslim tuna netra.”

Mimpi Januar yang besar adalah ingin membangun pesantren tahfidz untuk yatim dan 1000 ambulance gratis untuk seluruh masjid di Indonesia. Itulah sekelumit inspirasi dari Khalled Apparel, yang membangun usaha bukan hanya untuk usaha itu sendiri, tetapi untuk kemanfaatan.

Semoga Allah mudahkan, aamiin yaa rabbal’alamin.***

Leave a Comment