Potret Wirausaha

Maklun Mewujudkan Ide Usaha Jadi Nyata

Punya ide produk tetapi tidak bisa memproduksi masal. Maklun mungkin solusinya. Apa itu maklun?

Maklun menurut KBBI adalah upah membuat pakaian, perhiasan dan sejenisnya. Jadi, dalam dunia usaha, maklun biasa dipakai untuk istilah jasa pembuatan suatu barang dalam jumlah besar. Dalam sebuah rantai produksi yang rumit’ dikenal Toll Manufacturing, yang memiliki kemiripan dengan maklun ini.

Di dalam dunia kewirausahaan di Indonesia, istilah maklun lebih sering dipraktikkan dalam pekerjaan jasa konveksi. Biasanya pengusaha penjualan pakaian memaklunkan pekerjaannya kepada pengusaha jahit yang menjual jasa membentuk kain menjadi pakaian jadi atau setengah jadi.

Pengusaha memilih menggunakan jasa maklun memiliki beberapa alasan. Misalnya

  1. Mengetahui pasar, tetapi tidak memiliki alat atau pengalaman produksi,
  2. Memutuskan untuk tidak berinvestasi pada alat produksi karena berinvestasi di mesin produksi akan menyedot modal.
  3. Memecah resiko.
  4. Mengalihkan apek produksi, sehingga ia bisa berfokus pda pengembangan pasar
  5. Berupasaya menghasilkan produk terbaik dengan menggandeng penyedia jasa yang sangat kompeten
  6. Sumber daya manusia terbatas sehingga memerlukan partner untuk menjalankan produksi

Apa kelebihan dan kekurangan model produksi seperti ini? Menurut beberapa pengusaha yang berpengalaman dengan jasa maklun, kelebihannya adalah mereka bisa fokus di pemasaran, tidak dipusingkan dengan pengelolaan produksi yang berhubungan dengan hal teknis dan urusan pekerja. Kekurangannya, pengusaha harus menempatkan tim QC yang handal dan teliti, sehingga barang yang masuk tetap terjaga kualitasnya, selain itu margin keuntungan dikurangi biaya maklun, meskipun maklun dalam partai besar biasanya menurunkan biaya jasa maklun.

Kunci keberhasilan usaha dengan model maklun adalah menemukan pengusaha maklun yang memiliki reputasi kualitas produksi yang baik. Selain itu proses pra produksi masal dengan membuat sampel terlebih dahulu. Untuk menjaga kualitas barang, buatlah perjanjian yang jelas mengenai standar kualitas, sehingga jika ada cacat produksi sudah jelas langkah-langkah penyelesaiannya tanpa ada debat yang tidak perlu.

Menjaga hubungan baik dengan penyedia jasa maklun juga amat penting, karena mereka juga memiliki beban usaha yang perlu dipahami. Hal ini biasanya menyangkut ketepatan waktu pembayaran dan besaran ongkos yang disepakati tanpa ada yang merasa dirugikan.

Beberapa jenis produksi selain pakaian ternyata juga biasa dimaklunkan misalny produk farmasi, minuman kemasan, makanan kemasan, asesori dan lain-lain. Meskipun pada dasarnya hampir semua produk bisa dimaklunkan atau minimal dikerjasamakan (contract manufacturing). Lihat saja adanya beberapa produk yang dilabeli: diproduksi oleh PT Tertentu, untuk PT tertentu Pula.

Maklun di Dunia Industri Besar

Jepang sangat terkenal dengan kemajuan industrinya jauh sebelum China merajai dunia seperti saat ini. kalau kita perhatikan, komponen mesin-mesin kendaraan produksi Jepang banyak dikerjakan oleh pabrik lain diluar pabrik utama. Misalnya karbuator, knalpot, komponen elektronik dan kelistrikan untuk mesin sepeda motor misalnya, dikerjakan dengan sistem maklun juga. Meskipun mereka menyebutnya Sub Contractor dalam sebuah sistem yang disebut Toll manufacturing.

Sebut saja perusahan sub kontraktor terkenal seperti Mikuni, yang memproduksi, onderdil mobil seperti katup kontrol buang (exhaust control valve), pompa vakum elektonik (electric vacuum pump), pedal aktif (Active pedal), Accelerator pedal modul (APM), Pompa Oli (Electric Oil pump), Timing belt sistem, dan masih banyak lagi.

Di China dan Korea, sistem subkontraktor juga menopang industri mereka. Bahkan perusahaan besar sekelas Samsung, karena berhasil mengembangkan industri chips komputer yang efisien dan canggih, maka Apple yang notabene adalah pesaingnya, pun me-maklun-kan pembuatan chipsnya kepada Samsung. Itulah dahsyatnya maklun.

China yang merancang revolusi industrinya sejak jaman Deng Xiaoping menetapkan sebuah peta jalan pembangunan industri mereka jauh-jauh hari. mereka menyadari betul kemampuan sumber daya manusia mereka, sehingga dibangunlah pabrik-pabrik manufaktur sederhana di awal dan kemudian pabrik-pabrik ini menopang sebuah industri manufaktur yang lebih besar.

Di Indonesia, perusahaan sepatu besar seperti yang ada di Tangerang atau Cikarang membuat produk atas pesanan dari pemegang merek besar seperti Nike atau Adidas.

Apakah Anda memiliki ide produk namun tak tahu kemana akan memaklunkan? Sampaikan saja di comment agar terhubung dengan pengusaha maklun yang ada. Mari berjejaring dan maju bersama.***

Leave a Comment