Potret Wirausaha

Kebun Hidroponik Andrea: Sehat Dapat Rejeki Dapat

Written by Kang Amin

Kebun Hidroponik [ujungaspal.com] Di Bontang, Kalimantan Timur, dulu orang tidak membayangkan menanam sayuran. Kini Andrea menyebarkan virus menanam lewat Kebun Hidroponik-nya. Siapa nyana sayur tak lagi langka di Kota Tambang ini, dan kegiatan yang berawal dari ‘kepedulian’ itu, tumbuh segar menjadi bisnis yang makin membesar.

kebun_hidroponik_2

Andrea Christina besar di Kota Bontang, kota yang berjarak kira-kira 250 kilometer dari Balikpapan, atau setara enam jam perjalanan darat. Di kota dimana tambang-tambang dan industri petrokimia besar berada ini ia bekerja di sebuah perusahaan tambang batubara terbesar. Posisinya cukup lumayan untuk hidup sebagai istri di sana. Namun hidroponik memberinya lebih bahkan kebahagiaan cinta pun mengikutinya.

Awalnya adalah saudaranya yang menderita kanker. Keprihatinannya membawa Andrea pada bacaan mengenai makanan sehat. Utamanya sayuran. Sementara sayur adalah bahan makanan yng sulit dicari di Bontang, “Lebih mudah menemukan kepiting dan udang di sana,” katanya.

Besar Karena Berbagi

Singkat kata, belajarlah ibu dua anak, putri dan putra ini tentang berkebun dengan media air, alias hidroponik. Tujuan awalnya hanyalah untuk memenuhi kebutuhannya akan sayuran sehat. Tak lebih.

Perjalanan belajarnya, mempertemukan Andrea dengan pelaku-pelaku hidroponik di Bontang, Samarinda, Balikpapan bahkan komunitas hidroponik di Jakarta. Dari pergaulan tersebut, kemampuannya makin terasah. Entah bagaimana, ia berpikir untuk menularkan kebisaaannya kepada sebanyak mungkin orang. Pemikiran seperti ini saat itu menjadi aneh ketika para penggiat hidroponik masih banyak yang sayang menularkan ilmunya. Tak heran kalau akhirnya ia memilih membuat sendiri ‘bendera’ Kebun Hidroponik untuk mewadahi keinginannya berbagi dan mengembangkan diri.

Selain berkebun Andrea dan Suami kini aktif dalam pelatihan hidroponik baik untuk kelas usia sekolah sampai kelas dewasa.

Selain berkebun Andrea dan Suami kini aktif dalam pelatihan hidroponik baik untuk kelas usia sekolah sampai kelas dewasa.

Andrea memilih ‘mengembara’ dari satu bazaar ke bazaar, pameran ke pameran untuk mengenalkan Kebun Hidroponik dan produknya. Setelah kurang lebih dua tahun, namanya mulai dikenal di dunia hidroponik Bontang. Permintaan menjadi pembicara pun semakin sering datang. Seiring dengan itu pula para pelaku hidroponik di Bontang semakin banyak dan ternyata kebutuhan mereka akan sarana berkebun, peralatan, bibit, dan nutrisi hidroponik pun semakin besar. Jadilah Kebun Hidroponik miliknya menjadi penyupali segala kebutuhan tersebut.

Buah Manis Kesabaran dan Mimpi Besar

Kini Kebun Hidroponik ibu kelahiran Jakarta yang bernama lengkap Andrea Christina ini menjadi pemasok sayuran segar di beberapa supermarket, bahkan sebuah jaringan supermarket besar sudah menawarinya untuk bekerja sama.

kebun_hidroponik

Hasil bersusah-payahnya kini terbayar sudah. Meski materi bukan segalanya, tetapi penghasilannya dari hidroponik sudah jauh melebihi gajinya dari perusahaan! Ditambah lagi,  suami tercintanya pun kini mendukungnya dengan bersama-sama membesarkan Kebun Hidroponik. Jadi mereka menjadi keluarga hidroponik nan kompak sekarang.

Apa lagi mimpimu Andrea, tanya saya. “Saya membayangkan ada sebuah tempat yang cukup luas untuk membuat sebuah kebun hidroponik dengan aneka tanaman, lengkap dengan tempat belajar dan supermarket sayur dan buah didalamnya,” jawab Andrea dengan amat jelas. Jawaban Andrea mengesankan saya, satu etape sudah dilewati, etape berikutnya sedang ia jalani.

Satu lagi ilmu yang diingatkan kembali dalam kisah ini, ketika kita mendapati bahwa suatu barang susah diperoleh di suatu daerah atau tempat tinggal kita, jangan mengeluh atau mengutuk. Bisa jadi itu adalah peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha. Salam Start!***

Leave a Comment