Bikin Sendiri Yuk

Jernih Dengan Filter Kolam Sederhana

Filter-Kolam-Koi-2
Written by Kang Amin
Filter Kolam Koi. Penulis adalah pemula dalam dunia Koi. Namun pengalaman pendek membangun kolam koi sederhana memberikan cerita yang menarik. Utamanya adalah upaya menjaga kejernihan air kolam.

Pada awal membuat kolam, penulis merancang filter air dengan teknik mengucurkan air dari kolam yang didorong dengan pompa, ke media penyaring berupa filter halus, turun ke filter kasar, arang dan batu zeolit. Teknik ini tidak berhasil.

Akibatnya kolam hanya cukup jernih dalam waktu sementara. Setelah dua atau tiga hari akan semakin keruh oleh tumbuhan mikro yang berwarna hijau kecoklatan. (Sepertinya tumbuhnya tumbuhan mikro inj dipicu juga oleh kandungan nutrisi sayuran hidroponik yang masuk ke dalam kolam.)

Jika air kolam tertimpa hujan, keadaan kolam lebih parah lagi sehingg warna kolam menjadi semakin gelap.

Setelah belajar dari beberapa tulisan di situs-situs pehobi Koi, blog maupun forum diskusi maya, penulis mulai sedikit memahami fungsi media filter yang ada. Batu zeolit misalnya, lebih berfungsi menurunkan kadar amonia air kolam, bukan penjernih dari unsur material dan alga yang tadi saya sebut sebagai tumbuhan mikro.

Bahkan batu zeolit bereaksi negatif jika bertemu dengan garam ikan. Juga, batu ini memiliki masa pakai tertentu. Alias tidak bisa selamanya dipergunakan.

Arang aktif juga belum memberikan efek maksimal dalam penjernihan air kolam saya.

Filter-Kolam-Koi-3

Dengan Filter Kolam sederhana, kolam koi ukuran sekitar 1500liter ini tetap terjaga kejernihannya, meskipun setelah diguyur hujan. (Foto: ujungaspal.com)

Akhirnya penulis menemukan beberapa prinsip penjernihan yang benar. Pertama, air kolam tidak bisa dijernihkan dengan prinsip kucuran karena siklus air yang terus berputar tidak melulu memerlukan penjernihan material, namun juga penjernihan dari alga dan unsur kimia lain.

Kedua, air seharusnya mengalir alami melewati media-media penjernih dan kembali masuk ke dalam kolam.

Ketiga, penjernihan dengan bakteri atau secara biologis, lebih sesuai untuk penjernihan kolam ikan koi. Keuntungan sistem ini, air menjadi bebas dari unsur kimia berbahaya sekaligus kaya akan oksigen yang penting bagi kehidupan ikan.

Keempat, sirkulasi air setidaknya harus terjadi pada seluruh bagian kolam dalam satu jam. Dengan kata lain filter harus sanggup menyaring seluruh bagian air kolam dalam satu jam.

Mengadopsi sistem penjernihan ideal kolam koi yang di desain menyatu dengan kolam, penulis merekayasa sebuah sistem filter kolam sederhana yang hasilnya cukup menggembirakan.

Filter kolam ini penulis sebut sebagai filter gurita. Karena konstruksi filter inj menggunakan pipa-pipa yang menyerupai tentakel gurita.

Teknik pembuatan filter ini lihat di sini.

Filter Kolam Koi

Filter Kolam Sederhana dengan bahan yang mudah didapat kreasi ujungaspal.com

Seiring berjalannya waktu, bakteri penyaring di dalan filter gurita semakin matang. Kolam penulis, kini memiliki kejernihan yang diharapkan dan yang penting adalah jangka perawatan filter dan kolam yang semakin panjang. Ditambah keberadaan batu alam yang menjadi dasar aliran air terfilter membuat air kolam semakin jernih dan sejuk.

Ternyata, filter gurita mampu mengatasi problema air kotor pasca tercampur dengan air hujan. ***

1 Comment

Leave a Comment