Catatan Ujungaspal

IHF Membina Benih Bangsa Dengan 9 Karakter

Ratna Megawangi
Written by Kang Amin
Indonesia Heritage Foundations (IHF)  adalah sebuah yayasan nir-laba yang fokus pada masalah pendidikan.

IHFInisiatif didirikannya IHF adalah dari keprihatinan seorang Ibu yang juga Doktor  Kebijakan Internasional Makanan dan Gizi dan pengajar di Institut Pertanian Bogor, akan kondisi mental remaja dan masyarakat Indonesia. Kondisi yang dimaksud adalah banyaknya remaja dan dewasa yang menggunakan narkoba, tawuran remaja maupun dewasa akibat hal yang sepele, kekerasan terhadap perempuan, kurangnya sifat-sifat positif anak, remaja bahkan para profesional, kurangnya jiwa Entrepreneurship masyarakat, etika yang tidak berkembang dengan baik dan puncaknya adalah kerusuhan 1998 yang mengoyak nuraninya.

Ibu yang peduli itu adalah, Ibu Ratna Megawangi. Ia mendalami permasalahan mental bangsa ini dan mulai bergerak membuat sekolah untuk anak usia dini dengan pendekatan Pendidikan Karakter. Kelinci percobaan sekolah tersebut tidak lain adalah anaknya sendiri! Karena merasa perlu untuk menyebarkan ‘virus’ ini, maka didirikanlah yayasan Warisan Nilai Luhur Bangsa atau IHF ini.

Sistem pendidikan usia dini di IHF terus menerus diperbaiki dan ditularkan ke sekolah – sekolah lain di seluruh Indonesia. Saat ini sudah lebih dari 1600 sekolah mendapatkan pengetahuan metode Pendidikan Berbasis Karakter dari IHF.

Mengenal Metode Pendidikan Berbasis Karakter

Pendidikan Berbasis Karakter dijalankan diatas 9 pilar yaitu:

  1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya
  2. Tanggung jawab, Kedisiplinan, dan Kemandirian
  3. Kejujuran/Amanah dan Diplomasi
  4. Hormat dan Santun
  5. Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
  6. Percaya Diri, Kreatif,  dan  Pekerja keras
  7. Kepemimpinan dan Keadilan
  8. Baik dan Rendah Hati
  9. Toleransi, Kedamaian, dan Persatuan

Metode ini membantu guru untuk dapat mengaplikasikan pendidikan karakter dalam pendidikan anak usia dini hingga SMP.

Untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengaplikasikan metode inj, IHF melakukan training akbar selama 3 hari ke daerah-daerah. Training yang lebih intensif lagi dilakukan oleh IHF di kantor pusatnya di Cimanggis, Bogor.

Training intensif digelar selama 10 hari termasuk magang di sekolah milik IHF. Sekolah yang didirikan oleh IHF diberi nama Sekolah Semai Benih Bangsa yang saat ini meliputi PAUD, TK, SD dan SMP.

Uniknya Program IHF Untuk Guru

Banyak inisiatif untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Yayasan, gerakan dan program-program CSR tercatat memiliki banyak program yang bagus.

Program IHF memiliki kekhasan dengan memberikan teori, motivasi, perubahan paradigma dan perilaku guru serta praktik empirik, bahkan dilengkapi bahan ajar yang sudah lengkap.

Hasilnya, dengan training pendek, tiga hari, guru-guru di Kalimantan yang Ukungaspal saksikan, memiliki cara pandang baru mengenai cara pendekatan kepada anak.

Sementara pelatihan intensif 10 hari memantapkan pengetahuan guru dan mengalami langsung berinteraksi dengan anak yang dididik dengan 9 pilar.

Perubahan perilaku mengajar memang kunci, dan bukan sebuah hal yang mudah. Lingkungan yang lebih luas, masyarakat bahkan negara harus mendukung. Namun langkah sudah diawali. Banyak guru yang meneteskan airmata mensyukuri pencerahan yang didapat sekaligus refleksi atas apa yang ia berikan kepada anak-anak selama ini.***

Leave a Comment