Pemasaran

Digital dan Usaha Kecil

Digital kini bukan sebatas teknologi. Ia adalah sebuah cara kerja. UKM wajib tahu model kerja digital.

Industri berubah

Kita mulai dari industri yang berubah. Istilahnya revolusi industri ke empat. Industri 4.0. Revolusi industri pertama saat ditemukannya mesin uap. Kedua, saat terjadi mekanisasi alat kerja. Ketiga, ketika terjadi otomasi dalam industri. Keempat, ketika dicangkokkan kecerdasan dalam alat produksi dan saling terkoneksi. Begitu kurang lebih.

Ada faktor kecerdasan artivisial dan konektivitas. Itulah industri empat titik nol. Konektivitas dan komputasi ditunjang teknologi mikro-prosesor melahirkan perubahan bisnis. Sebutlah nama Gojek dan GoFood. Gojek merubah cara kita memesan ojek. Go Food merubah cara kita jajan mi ayam. Cara bayar juga ganti, Go pay!

Banyak lagi usaha kecil yang memanfaatkan internet untuk mengembangkan pasar mereka.

Digital: Niscaya, Peluang, Tantangan

Digitalisasi menyimpan tantangan. Sekaligus menawarkan peluang. Industri besar sedang berubah dan merubah diri. Ingat kan saat Xiaomi dijual online, tanpa gerai? Tiket bioskop, pesawat dan kereta kini dijual online. Tak perlu antri. Sayur mayur dijual online. Berarti berjualan saat ini otomatis langsung berpikir online. Mau tidak mau.

Industri yang pertamakali merangkul digital adalah bank. Kemudian industri jasa lain. Kini industri berat seperti tambang sudah mulai. Padahal dahulu mereka pikir tak perlu. Setelah korban berjatuhan karena tak tanggap perubahan mereka sadar. Siapa yang mampu berubah, akan bertahan.

Semua perubahan tersebut intinya adalah mudah dan cepat. Cepat pesan ojek. Cepat memperoleh makanan. Cepat mendapatkan barang. Cepat pesan tiket. Cepat mengambil keputusan. Cepat, cepat yang lain. Dan mudah. Cari ojek tak perlu jalan ke pengkolan. Makan mi ayam tak perlu ke warung Kang Min.

Bagi Kang Min menjual Mi cara online adalah peluang. Ia harus mengubah cara kerja. Ia harus belajar bisnis online. Pembayaran nirtunai. Bayangkan kalau kang Min gaptek. Tak mungkin ia masuk ke dunia digital. Inilah tantangan. Perusahaan sebesar Sony atau Nokia saja terjun bebas karena tak ‘belajar’ digital.

Menjalankan Perusahaan Secara ‘Digital’

Ini yang sekarang terjadi: berpikir digital. Perusahaan berbasis digital mau tidak mau berpikir digital pula. Para eksekutif digital memiliki metodologi atau cara kerja khas. Metodologi itu dikenal dengan AGILE, baca: Ejail. Secara harfiah, agile diterjemahkan sebagai gesit. Metodologi ini sudah dikembangkan sejak tahun 90an. Saat itu perkembangan internet cepat namun produksi aplikasi tak bisa mengimbangi. Maka dicetuskan model pengembangan perangkat lunak secara cepat. Tahun 2001 lahirlah manifesto agile.

Jika disingkat, budaya digital adalah kegesitan. Kecepatan mengambil keputusan. Saking ekstrimnya, cepat gagal lebih baik. Karena semakin cepat ketahuan gagal, semakin cepat memperbaiki. Tujuan utama adalah kepuasan pelanggan. Jadi berbicara dengan pelanggan adalah utama. Terus menerus dan menjadi bahan perbaikan.

Saat GoJek berdiri hanya bisa pesan ojek saja. Langsung diluncurkan. Kemudian diperbaiki, ditambah fitur. Yang gagal diperbaiki atau dieliminasi. Terus bergerak iteratif. Itulah potret digital.

Budaya Digital untuk UKM

Apakah UKM perlu melek digial? Jawabnya: harus. Digital sebagai teknologi akan menaikkan skala usaha. Digital sebagai budaya dapat dipakai untuk memperbaiki sistem. Bagi usaha kecil, tujuan utama bukan mengembangkan usaha. Melainkan kepuasan pelanggan. Jadi bagaimana budaya digital bisa menaikkan kepuasan pelanggan? Bicara dengan mereka. Perbaiki seketika. Bicarakan dengan tim internal meskipun anggotanya Cuma dua orang. Cari jalan perbaikan.

Di gerobak mi ayam, Kang Min bisa stand-up meeting atau rapat sambil berdiri yang hanya membahas apayang dilakukan Hari ini, apa kendala ya, Dan apa yang akan dilakukan selanjutnya, dengan Parjo, timnya. Disini bisa dicari solusi untuk naskah kenapa pelanggan menurun? Mungkin rasanya? Mungkin kecepatannya? Tanyakan pada mereka. Cari solusinya. Cepat, seketika. Itulah budaya digital.***

Situs tentang UMKM dan Digital buka di sini.

Leave a Comment