Pemasaran

Cara Membuat Spanduk Promosi dan Acara

Written by Kang Amin
Cara Membuat Spanduk (ujungaspal.com). Spanduk, sesuai namanya adalah kain yang direntang berisi pesan-pesan tertentu. Asal kata spanduk adalah bahasa Belanda Spandoek. Spanduk adalah media paling populer di Indonesia melintasi jaman kejayaan media cetak (koran,  majalah dsb), jaman media elektronik (televisi dan radio)  hingga jaman Internet dan smartphone saat ini.

Spandoek atau Spanduk menjadi media kampanye dan propaganda pada jaman perjuangan, (Foto: Ist.)

Di era-era itu,  spanduk tetap dibutuhkan orang.  Dari mulai sebagai ucapan selamat atas kehadiran orang penting,  selamat hari raya,  pengumuman pengajian,  publikasi seminar,  menjual rumah,  pengumuman pameran, jual wajah dan janji politikus,  Penanda toko atau tempat usaha,  penyemarak acara seperti pertandingan-pertandingan,  dan masih banyak lagi.

Spanduk politik adalah salah satu spanduk paling masif di jalan-jalan. Karena sering menimbukan efek kesemrawutan di beberapa daerah spanduk politik dilarang. (Foto: ujungaspal.com)

Spanduk dahulu dibuat dengan teknik cocol. Tulisan bakal spanduk dibuat diatas lembaran kertas, kemudian huruf per huruf dipotong atau dilubang. Selanjutnya cat pewarna khusus tekstil dicocolkan menggunakan spons.

Spanduk Pecel Lele dibuat dengan lukis dan semprot. (Foto: Letter Warung)

Teknik spanduk lukis juga sangat populer.  Dahulu spanduk poster film bioskop dibuat dengan teknik ini. Kemudian spanduk kios tenda pecel lele,  susu segar, roti bakar dsb juga direksi dengan teknik ini.  Bahkan sampai sekarang.

Poster Film jaman dahulu dibuat dengan teknik lukisan realis yang bermutu. (Foto: Pasar barang Antik)

Cara cetak saring atau sablon juga dipakai,  terutama untuk produksi spanduk yang massal, sebelum akhirnya cetak digital menjadi pilihan yang saat ini. Format cetak lebar telah memudahkan pembuatan spanduk saat ini. Bagaimanakah membuat spanduk dengan teknik digital agar hasilnya maksimal? Berikut ini beberapa tips dari ujungaspal.com.

Contoh Spanduk Warung Makan buatan ujungaspal.com untuk Warung Bu Win.

  1. Ukuran. Banyak orang membuat spanduk tidak mengukur tempat dimana spanduk itu akan ditempatkan. Ukur dahulu ruang yang ada agar nantinya spanduk terpasang dengan pas dan terlihat dengan maksimal. Hindari permintaan pembuatan spanduk ukuran “standar” karena tidak ada standar ukuran spanduk. Dahulu ketika bahan spanduk adalah kain, standar lebar spanduk adalah 90cm sedang panjangnya biasanya 600cm.
  2. Teknik memasang. Setelah jadi bagaimana Anda akan memasang spanduk? Jika teknik pemasangan sudah Anda pikirkan, pencetak spanduk bisa membantu menyiapkan lubang dengan ring logam, biasanya disebut mata ayam atau selongsong untuk menelusupkan tongkat disisi spanduk. Jika spanduk akan ditempel dalam frame atau panel kayu, mintalah untuk diberikan ekstra 10 cm (misalnya) keliling spanduk sebagai lipatan.
  3.  Pilihan Bahan. Ada beberapa pilihan bahan spanduk yang tersedia, tergantung bajet dan keperluan. Ada bahan tipis murah dengan permukaan yang cenderung mengkilap, atau bahan tebal atau bahan yang lebih dof, sehingga tidak memantulkan cahaya matahari atau lampu kilat kamera. Harga cetak spanduk ini bisa berkisar Rp. 18 ribu  hingga Rp. 50 ribu per meter persegi.
  4. Desain. Desain adalah faktur paling penting dalam pembuatan spanduk. Janganlah berpikir menjadi desainer grafis jika memang Anda tidak memiliki ketrampilan ini. Yang penting Anda harus paham asas-asas desain dan prosesnya. Untuk teknisnya serahkan pada para desainer. Hal yang perlu diperhatikan dalam desain spanduk adalah:
    1. Pesan. Buatlah pesan dengan singkat informatif dan menarik perhatian.
    2. Gambar atau Image. Gambar bisa disiapkan dengan foto digital atau dari bank foto. Banyak spanduk memasang foto dengan mengubah proporsi ukurannya mengikuti ruang yang ada, seingga ada foto artis namun terlihat gepeng dsb. Foto harus terpasang secara proporsional.
    3. Susun kata atau kalimat dengan penekanan yang berbeda, dengan menggunakan ukran huruf yang berbeda. Gunakan huruf yang mudah terbaca.
    4. Warna. Atur warna secara harmonis sesuaikan dengan informasi yang disampaikan. Warna pastel mengesankan modern daripada warna dasar seperti merah, biru, kuning. Padu padan warna lembut dan kuat dengan harmonis.
    5. Efek. Banyak desain spanduk yang memamerkan efek-efek huruf embos, debos, outline dsb padahal itu justru mengurangi keterbacaan tulisan. Tidak salah menggunakan efek, namun usahakan dipakai dengan tepat.
    6. Pengetahuan Aplikasi Desain. Jika Anda berniat untuk mempelajari software aplikasi desain untuk membuat desain spanduk, mulai saja dengan Microsoft Publisher. Aplikasi ini sederhana dan cukup untuk membuat komposisi desain spanduk sampai ukuran 250 cm. Jika ingin software yang lebih pro, ada CorelDRAW! atau Adobe Illustrator. Jika Anda tak ingin menggunakan software mahal atau bajakan, pakai saja Inscape yang merupakan program opensource alias gratisan dengan platform Linux. Untuk olah foto gunakan Photoshop yang mahal atau pakai GIMP yang gratis.

Leave a Comment