Catatan Ujungaspal

Agnez Mo: Endorser Merek Newbie

agnes-monica
Written by Kang Amin
Agnez Mo. Ujungaspal.com. Di jagat periklanan Indonesia, ada pesohor yang identik dengan merek-merek kelas ‘bawah’ yang sedang merangkak naik ke kelas diatasnya. Langsung saja, yang saya maksud adalah Agnes Monica atau yang terkenal dengan nama Agnez Mo.

Fenomena Agnez Mo ini menarik, karena bintang iklan biasanya lebih suka mengusung produk unggulan yang bergengsi saja. Namun lihat saja, merek-merek yang selama ini diiklankan pelantun lagu Coke Bottle itu. Fresh Care, minyak angin yang hadir menjadi penantang sang pelopor Safe Care, Hot In Cream balsam nyeri otot yang digadang menyaingi merek besar seperti Counterpain atau Voltaren semua di lambungkan oleh AgnezMo dengan gayanya yang percaya diri dan menjadi trendsetter. Bahkan merek-merek seperti helm GM dan Madu TJ yang nota bene tak berasosiasi langsung dengan profil seperti Agnes Monica diusung juga, nampaknya, demi mendapatkan first attention dari khalayak.

Kesan menjadi trendsetter bukan follower itu memang cocok untuk mengendorse merek-merek baru atau newbie. Follower dan fans AgnesMo yang besar dan terbentang dari segmen bawah hingga atas, membuat brand yang diusungnya langsung melesak ke relung-relung pasar yang beragam ekspektasi.

Akhir tahun ini, lagi-lagi AgnesMo menjadi bintang iklan telepon selular merek Vivo. Meskipun, jangan berharap di keseharianya ia akan menenteng Vivo dibanding IPhone atau merek lain yang lebih selebritis.

Apapun, keberanian membintangi produk kelas ‘bawah’ harus diacungi jempol, meskipun pendapat yang sinis menyatakan bahwa itu bentuk aji mumpung. Menurut saya, produsen merek baru memang memerlukan endorser kuat sehingga dapat menyingkat waktu pematangan mereknya. Lihat contoh cepatnya Kopi TOP menjadi populer berkat iklan Iwan Fals tempo hari.

Pelajaran Marketing:

  1. Agnes Monica memenuhi syarat sebagai endorser merek yang masih bayi.
  2. Iklan yang baik akan menjadi  pembangun brand awarness yang baik, namun tetap harus diingat bahwa kualitas adalah faktor utama yang akan membangun loyalitas.
  3. Iklan adalah citra, pengalaman konsumen adalah kenyataan.***

Leave a Comment